Asuransi kesehatan- Minuman beralkohol telah menjadi budaya atau kebiasaan hambir di seluruh negara. Bahkan, ada juga yang mengkonsumsinya setiap hari. Sehingga, anda sangat mudah menemukan berbagai jenis alkohol di berbagai tempat.
Namun, tahu kah anda? bahwa minuman beralkohol memiliki efek samping yang dapat menggangu kesehatan. Berikut ini merupakan salah satu efek dari mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jangka pendek. Efek alkohol jangka pendek dapat ditentukan dari satuan unit alkohol yang dikonsumsi.
Satu unit alkohol setara dengan 10 mililiter atau 8 gram alkohol murni, yaitu rata-rata alkohol yang dapat diproses dalam tubuh orang dewasa dalam satu jam. Satuan unit ini juga dapat ditentukan dengan perhitungan persentase alkohol murni dalam minuman dan seberapa banyak minuman beralkohol yang Anda konsumsi dalam satuan mililiter.
Cara Mengetahui Dampak Alkohol Pada Kesehatan
Untuk mengetahui efek samping dari menkonsumsi alkohol lewat jumlah satuannya adalah melihat dampak langsung dari jumlah alkohol yang anda konsumsi. Misalnya saat mengonsumsi 1–2 unit alkohol, Anda akan merasakan detak jantung meningkat dan pembuluh darah melebar.
Hal ini lah yang membuat Anda menjadi lebih banyak bicara. Selain itu, tubuh juga akan terasa hangat setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Sementara, pada saat mengkonsumsi alkohol sebanyak 4–6 unit dalam jangka pendek dapat merusak sel-sel dalam sistem saraf, sehingga Anda akan merasa pusing.
Selain itu, efek alkohol jangka pendek juga dapat memengaruhi fungsi otak yang membuat Anda lebih mudah mengambil keputusan tanpa pertimbangan. Hal inilah yang kerap kali mendatangkan penyesalan atau kerugian dikemudian hari.
Sementara setelah mengonsumsi 8–9 unit alkohol, Anda akan mulai kehilangan fokus, penglihatan pun mulai kabur, ucapan tidak jelas, dan reaksi tubuh menjadi lebih lambat. Anda juga akan terbangun dalam keadaan mabuk, karena hati tidak mampu menyaring jumlah alkohol yang masuk ke dalam tubuh.
Untuk kasus yang lebih parah terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi lebih dari 12 unit alkohol yang dapat meningkatkan risiko terjadinya keracunan alkohol. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi tubuh, termasuk pernapasan, detak jantung, bahkan koma dan kematian.
Namun, efek alkohol jangka pendek ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini ditentukan oleh beberapa faktor, mulai dari jenis kelamin, kondisi fisik dan mental, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga kondisi kesehatan masing-masing orang.
Mengurangi Efek Alkohol Jangka Pendek
Adapun cara terbaik untuk mengurangi efek alkohol jangka pendek adalah dengan tidak mengonsumsi minuman beralkohol sama sekali atau minum secukupnya. Batasi asupan minuman beralkohol, yaitu tidak lebih dari 14 unit alkohol per minggu.
Efek alkohol jangka pendek sering kali dianggap ringan dan tidak berbahaya. Namun, apabila seseorang tidak sadarkan diri dan sulit dibangunkan setelah mengonsumsi minuman beralkohol, segera cari pertolongan medis terdekat untuk mendapatkan penanganan yang serius.

