Kenali Gejala Haphephobia, Takut Disentuh Orang Lain Secara Berlebihan

Asuransi kesehatan- Perasaan takut atau tidak ingin melihat dan merasakan sesuatu biasanya disebut phobia. Hal ini dapat dialami oleh seseorang berdasarkan pengalaman sendiri maupun hanya sekedar mendengarkan cerita belaka. Haphephobia merupakan suatu perasaan takut akan disentuh orang lain secara berlebihan.

Tentunya hal ini dapat dialami oleh teman terdekat kita atau bahkan salah satu bagian dari keluarga kita. Untuk mengenali gejalanya adalah dengan cara melihat reaksi ketika hendak disentuh oleh orang lain termasuk keluarga atau bahkan pasangan.

Jika orang tersebut tiba-tiba merasa takut atau panik, bisa saja memiliki gejala Haphephobia. Selain itu, ada juga gejala lainnya seperti keringat dingin, tubuh gemetaran, pusing dan bersikeras menghindari sentuhan dengan cara menepis tangan orang lain atau bahkan berlari.

Penyebab Haphephobia

Seseorang dapat dikatakan menderita haphephobia ketika ia sudah mengalami gejala di atas paling tidak selama 6 bulan. Gejala yang muncul bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari tingkat keparahan fobia yang dialami.

Gejala haphephobia ini bisa muncul disegala usia, tapi lebih umum terjadi di masa remaja dan dewasa. Pada anak-anak, fobia ini kerap kali tidak terdeteksi. Namun, tidak perlu terlalu dikhawatirkan, ya, karena biasanya haphephobia akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

Hingga saat ini, memamng belum ada penemuan penyebab tunggal fobia ini. Tetapi, ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami fobia ini, seperti memiliki riwayat haphephobia dalam keluarga, mengalami peristiwa traumatis yang berkaitan dengan sentuhan, seperti kekerasan fisik atau seksual.

Memiliki segala jenis fobia termasuk Haphephobia ini berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. Haphephobia dapat membuat penderitanya menjadi pribadi yang tertutup dan cenderung menghindari hubungan sosial, sehingga mereka bisa mengalami stres, kesepian, atau mungkin depresi.

Cara Mengatasi Haphephobia

1. Psikoterapi

Sama seperti fobia lainnya, salah satu cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengunjungi psikiater. Melalui konseling dan psikoterapi, dokter dan psikolog akan membantu pasien haphephobia untuk mencari tahu penyebab munculnya rasa takut berlebihan terhadap sentuhan yang ia alami.

Setelah itu, pasien haphephobia akan dibimbing untuk merubah pola pikirnya dan menganggap bahwa sentuhan fisik bukanlah hal yang menakutkan atau berbahaya. Salah satu teknik psikoterapi yang bisa dilakukan psikolog atau psikiater untuk menangani fobia ini adalah terapi perilaku kognitif.

2. Pemberian obat-obatan

Sementara yang kedua adalah dengan memberikan obat-obatan yang sesuai dengan resep dokter. Pasien haphephobia juga berisiko mengalami gangguan mental lainnya, seperti depresi dan gangguan cemas. Untuk mengobatinya, dokter bisa memberikan obat-obatan, seperti obat antidepresan atau obat penenang.

3. Relaksasi

Pada saat merasa takut dan panik ketika akan disentuh atau setelah disentuh, pasien haphephobia bisa mencoba melakukan relaksasi seperti menarik napas dalam lalu mengembuskannya secara perlahan melalui mulut. Lakukan teknik ini dengan ritme yang stabil selama 3 sampai 5 menit.

Terdapat cara yang sangat beragam untuk melakukan relaksasi, seperti mendengarkan musik klasik atau bahkan melakukan meditasi. Dalam menjalani pengobatan haphephobia, diperlukan kesabaran yang ekstra karena perawatannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Komitmen, kedisiplinan, dan pengertian pasien juga sangat berpengaruh untuk menunjang kelancaran pengobatan.

Oleh karena itu, bila kamu, anggota keluarga, atau kerabat, ada yang merasa atau terlihat seperti memiliki haphephobia, sebaiknya segera konsultasikan dengan psikiater dan dokter. Dengan begitu, pengobatan bisa diberikan sedini mungkin.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mungkin Anda Menyukai