Pentingnya Mengenali Gejala Usus Buntu Pada Anak Remaja

Asuransi kesehatan- Usus buntu merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh banyak orang, khususnya para kaum remaja. Salah satu alasan utamanya juga biasanya disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur.

Selain sering dialami oleh banyak orang, namun penyakit usus buntu ini tidak bisa disepelekan dan harus mendapatkan penanganan yang segera, karena dapat berakibat fatal. Untuk menghindarinya anda bisa mengenali gejala-gejalanya terlebih dahulu.

Awalnya, gejala usus buntu pada remaja dapat dikenali dari munculnya rasa nyeri perut, khususnya di sekitar pusar, secara tiba-tiba. Gejala ini bisa hilang seketika, kemudian muncul lagi dalam beberapa menit. Selain itu, ada beberapa tanda lain yang perlu dicurigai sebagai gejala usus buntu pada remaja.

Gejala Usus Buntu

1. Nyeri perut

Nyeri perut khususnya dibagian kanan bawah merupakan gejala khas dari penyakit usus buntu. Rasa nyeri ini bisa muncul dalam waktu sekitar beberapa jam setelah munculnya nyeri perut di sekitar pusar. Rasa sakit yang dialami biasanya akan semakin parah saat pasien bergerak, bersin, batuk, menarik napas dalam-dalam, atau menekan perutnya.

2. Nafsu makan berkurang

Biasanya, anak-anak dan remaja yang terkena penyakit usus buntu juga bisa mengalami penurunan nafsu makan atau tidak mau makan sama sekali. Gejala ini biasanya muncul setelah keluhan nyeri perut bagian kanan bawah. Penurunan nafsu makan bisa berisiko menyebabkan anak-anak atau remaja mengalami dehidrasi.

3. Mual dan muntah

Selain itu, ada juga gejala mual dan muntah. Timbulnya gejala ini menandakan adanya obstruksi usus akibat peradangan di usus buntu. Terkadang, usus buntu juga bisa menyebabkan perut kembung.

4. Demam

Selanjutnya adalah demam, ini juga merupakan salah satu gejala usus buntu pada remaja yang penting untuk diwaspadai. Demam terjadi sebagai reaksi dari sistem imunitas yang tengah berusaha melawan infeksi bakteri penyebab radang usus buntu.

Selain demam, penyakit usus buntu bisa menyebabkan penderitanya sering sembelit, buang air kecil, diare, dan terlihat lemas. Semua gejala di atas sebenarnya masih tergolong gejala usus buntu ringan. Meski begitu, bukan berarti kondisi ini dianggap sepele.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mungkin Anda Menyukai