Selama kehamilannya, dorongan seksual seseorang dapat berubah-ubah. Beberapa orang merasa libidonya meroket, terutama selama trimester kedua, sementara yang lain lebih rendah dari biasanya.
Hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan, apakah aman bagi perempuan hamil untuk melakukan masturbasi?
Seperti yang dilansir dari akun @Refinery29, sama seperti ketika saat tidak hamil, ketika masturbasi selama kehamilan penting untuk membersihkan mainan seks dengan benar dan mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan resiko penularan IMS.
Misalnya, praktik yang baik untuk menggunakan kondom yang dibagikan oleh banyak orang.
Selama trimester ketiga, dokter yang umumnya menyarankan agar tidak berbaring terlentang untuk jangka waktu yang lama, dan disamping itu juga, posisi ini kemungkinan tidak nyaman pada titik ini.
Jika itu merupakan gaya masturbasi, anda mungkin ingin mencoba sesuatu yang baru.
Misalnya, anda mungkin ingin tetap duduk atau berbaring miring. Anda dapat menggunakan bantal untuk membantu bereksperimen dengan berbagai posisi berbaring.
Salah satunya alasan perlu menghindari masturbasi selama kehamilan adalah jika anda memiliki plasenta previa dan dokter yang meminta untuk mengistirahatkan panggul.
Selain itu juga, jika berisiko persalinan prematur karena alasan apapun, atau jika menjalani operasi perut selama kehamilan, sebaiknya juga menghindari masturbasi.
Selama peristirahatan panggul, anda diminta untuk menghindari aktivitas yang menekan panggul anda, termasuk seks (baik solo ataupun pasangan) dan latihan tubuh bagian bawah.

