Asuransi kesehatan- Kulit merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting untuk dirawat agar tetap sehat. Namun, meskipun telah melakukan berbagai cara perawatan kulit, ada beberapa kelainan pigmen yang dapat menyebabkan kelainan pada warna kulit.
Apabila jumlah melanin dalam tubuh terlalu banyak, warna kulit akan semakin gelap. Sebaliknya, jika tubuh memiliki sedikit melanin, warna kulit akan terlihat lebih pucat. Tak hanya warna kulit, melanin juga berperan dalam memberi warna gelap pada rambut dan mata.
Ketika melanosit rusak, produksi melanin bisa terganggu dan dapat memengaruhi warna kulit. Kondisi ini disebut juga kelainan pigmentasi. Kelainan pigmentasi terdiri dari berbagai jenis. Ada yang hanya memengaruhi sebagian kecil area kulit, tetapi ada juga gangguan pigmentasi yang menyerang seluruh tubuh.
Kelainan Pigmen Kulit
1. Melasma
Kelainan pigmen kulit yang pertama adalah Melasma yang ditandai dengan munculnya bercak hitam di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti kulit wajah, leher, dan tangan. Kondisi ini diketahui lebih umum terjadi pada wanita, meski bukannya tidak mungkin pria juga mengalaminya.
Apabila menderita melasma, Anda disarankan untuk tidak terlalu sering atau terlalu lama terpapar sinar matahari. Lindungi kulit dengan mengoleskan tabir surya SPF 30 atau lebih sebelum beraktivitas di luar ruangan. Jangan ragu untuk berobat ke dokter spesialis kulit jika kondisi ini tidak membaik.
2. Vitiligo
Vitiligo merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyerang sel penghasil pigmen. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya melanin di area kulit tertentu, seperti lengan, wajah, dan bagian lipatan tubuh. Vitiligo biasanya ditandai dengan munculnya semacam bercak putih pada kulit.
Selain itu, kondisi kelainan pigmen ini juga disertai dengan munculnya uban di rambut, bulu mata, alis, atau jenggot sebelum usia 35 tahun. Kondisi ini terkadang juga menyebabkan berubah atau hilangnya warna pada retina dan jaringan yang melapisi bagian dalam mulut dan hidung.
3. Albinisme
Berikutnya adalah Albinisme yang merupakan kelainan genetik yang menyebabkan tidak berfungsinya sel melanosit. Adanya kelainan genetik tersebut membuat kulit, rambut, atau mata pada penderita albinisme menjadi tidak berwarna karena tidak memiliki melanin. Tak jarang kondisi ini juga menimbulkan masalah pada penglihatan.
Belum ada pengobatan yang dapat mengatasi albinisme. Meski demikian, ada beberapa hal yang dapat dilakukan penderitanya agar kondisi yang dialami tidak memburuk, seperti menggunakan tabir surya setiap saat. Hal ini penting dilakukan karena kulit penderita albinisme lebih berisiko rusak akibat paparan sinar matahari.
4. Hiperpigmentasi pascainflamasi
Sementara yang terakhir adalah hiperpigmentasi, dimana pada kondisi ini ditandai dengan berubahnya warna kulit menjadi lebih gelap atau lebih terang setelah mengalami peradangan atau iritasi. Hiperpigmentasi pascainflamasi dapat dipicu oleh infeksi kulit, luka bakar, atau paparan zat iritatif yang merusak kulit.
Selain mengganggu tampilan kulit, kelainan pigmen tertentu dapat bersifat serius dan membutuhkan penanganan langsung oleh dokter. Oleh karena itu, bila Anda melihat adanya bercak hitam atau putih yang muncul secara tiba-tiba dan bertambah luas dengan cepat, Sebaiknya segera mengunjungi dokter.

