Kenali gejala Infeksi gigi dan gusi bengkak serta penyebabnya

Artikel Android-Infeksi yang terjadi pada gusi bisa membuat area tersebut jadi membengkak. Dikutip dari Medlineplus, pembengkakan gusi merupakan hal yang sering terjadi. Selain rasa sakit nyut-nyutan, gusi bengkak biasanya juga menyebabkan bau mulut menyengat dan munculnya benjolan bernanah di gusi atau bawah gigi yang terinfeksi.

Gusi bengkak adalah kondisi ketika gusi menonjol, memerah, nyeri, dan mudah berdarah. Kondisi ini umumnya terjadi akibat penyakit di gigi atau gusi, tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi lain. Gusi bengkak merupakan masalah yang cukup umum terjadi dan mudah untuk ditangani.

Namun, penanganan yang terlambat dapat menyebabkan komplikasi yang cukup berat. Oleh karena itu, gusi bengkak tidak boleh disepelekan, terutama jika sudah terjadi dalam waktu yang lama. Jaringan gusi yang rusak dapat menyebabkan garis gusi melonggar turun sehingga membiarkan sebagian akar gigi Anda terbuka. Ini pada akhirnya dapat memicu kemunculan gejala-gejala gigi sensitif.

Dikutip dari Oral Health Foundation, kondisi ini dapat mulai terjadi di usia berapa pun, tapi lebih sering terjadi pada usia 20 hingga 40 tahun. Selain itu, gigi sensitif juga bisa terjadi di awal masa remaja. Lansia berusia di atas 70 tahun juga seringkali mengeluhkan kondisi ini. Ketimbang pria, wanita lebih mungkin mengalami gigi sensitif.

Penyebab gusi bengkak

  1. Radang gusi akibat penumpukan plak gigi
  2. Infeksi bakteri, virus, atau jamur
  3. Kekurangan vitamin B
  4. Kekurangan vitamin C
  5. Ketidakcocokan terhadap pasta gigi atau obat kumur
  6. Makanan yang tertinggal di sela gigi dan gusi
  7. Mengonsumsi makanan dan minuman yang bersuhu panas atau dingin
  8. Mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis atau asam
  9. Terpapar udara dingin
  10. Menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan benang
  11. Berkumur dengan obat kumur yang mengandung alkohol

Bila Anda sering sakit gigi atau merasa ngilu, segera periksa ke dokter. Pertama-tama dokter akan memeriksa kondisi mulut Anda sambil menanyakan seputar kebiasaan Anda dalam merawat gigi. Ketika memeriksa gigi Anda, dokter akan mencari titik-titik sensitif yang berpotensi memunculkan rasa nyeri atau ngilu. Bila diperlukan, rontgen gigi dan tes lab dapat dilakukan untuk memastikan apa penyebab gigi sensitif Anda.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mungkin Anda Menyukai