Inilah Berbagai Pilihan Obat Epilepsi Yang Direkomedasikan Dokter

Asuransi Kesehatan- Epilepsi dapat  kambuh di mana saja, sehingga bagi para penderita epilepsi diwajibkan selalu menyediakan obat kejang serta berbagai tips untuk penanganan pertama. Obat epilepsi merupakan obat yang diresepkan dokter untuk mengatasi dan mengurangi risiko kekambuhan epilepsi.

Obat ini dapat menstabilkan aktivitas listrik di otak sehingga kejang berulang pun dapat dicegah. Meskipun sebenarnya belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya epilepsi. Namun, ada beberapa kondisi yang diduga dapat meningkatkan risiko terganggunya aktivitas listrik otak, yaitu cedera kepala, meningitis, maupun penyakit autoimun.

Sejingga pihak kesehatan telah berupaya menyediakan berbagai obat epilepsi yang hanya bisa didapatkan atas rekomendasi dari dokter. Berikut ini adalah beberapa obat epilepsi yang bisa Anda dapatkan di apotik secara pribadi tanpa memerlukan resep dokter.

Rekomendasi Obat Epilepsi

Tegretol

Rekomendasi obat yang pertama adalah Tegretol yang mengandung bahan aktif carbamazepine yang bermanfaat untuk mencegah dan mengontrol kejang akibat epilepsi. Obat epilepsi ini bekerja dengan cara menekan aktivitas listrik yang tidak normal di otak dan sistem saraf sehingga kejang dan nyeri pun akan mereda. Tegretol tersedia dalam bentuk tablet. Obat epilepsi ini dikonsumsi sebanyak 1 tablet, 2 kali sehari.

Depakene

Selanjutnya adalah Depakene yang mengandung asam valproat. Kandungan ini dapat memengaruhi keseimbangan senyawa alami di otak (neurotransmitter). Dengan begitu, aktivitas listrik berlebihan di otak bisa terkendali dan kejang bisa mereda, bahkan dicegah.

Adapun obat epilepsi ini tersedia dalam bentuk sirup. Depakene dapat diminum 3 sendok takar per hari. Setelah 7 hari, dosisnya dapat ditingkatkan sebanyak 1–2 sendok takar. Obat ini dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan obat antikonvulsan lain.

Topamax

Berikutnya Topamax yang mengandung bahan aktif topiramate. Bahan ini bermanfaat untuk mengatasi kejang pada orang dewasa dan anak usia lebih dari 2 tahun. Obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas zat kimia pembawa sinyal di otak sehingga aktivitas listrik yang abnormal bisa dihentikan.

Topamax tersedia dalam bentuk tablet. Obat epilepsi ini bisa dikonsumsi sebanyak ½–1 tablet sehari, setiap malam selama 7 hari.  Dosis dapat ditingkatkan sebanyak ½–1  tablet 2 kali sehari, setelah diberikan jeda selama 7–14  hari. Dosis maksimal adalah 4 tablet per hari.

Alpetin

Terakhir adalah Alpentin yang juga memiliki kandungan gabapentin. Bahan aktif ini dapat mengatasi kejang akibat senyawa kimia dan saraf yang bekerja terlalu aktif. Alpentin bekerja dengan menghambat aktivitas saraf yang berlebihan sehingga kejang dapat diredakan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mungkin Anda Menyukai