Inilah Cara Tepat Menangani Telinga Berair Pada Bayi

Asuransi Kesehatan- Bayi memiliki kebutuhan yang sangat khusus dan bahkan semua hal tentang bayi harus diperhatikan dengan sangat hati-hati. Salah stau hal yang penting adalah bagian telinga nya yang dapat berair. Telinga berair dapat menjadi tanda adanya infeksi telinga, dan infeksi ini sering menyerang anak-anak. Bila tidak ditangani dengan benar, telinga berair pada anak bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Jadi, ketahui cara yang benar untuk menangani telinga berair akibat infeksi.

Adapun infeksi telinga merupakan peradangan pada telinga tengah yang ditandai dengan telinga berair atau menumpuknya cairan di belakang gendang telinga. Anak usia di bawah 3 tahun (batita) merupakan golongan yang paling rentan terkena telinga berair akibat infeksi. Hal ini terjadi karena sistem imunitas anak masih berkembang, sehingga sulit untuk melawan infeksi.

Selain itu, telinga berair pada anak juga dapat disebabkan oleh saluran eustachius di dalam telinga anak yang lebih pendek dan lebih sempit daripada orang dewasa. Akibatnya, cairan sulit untuk keluar dari telinga. Infeksi telinga yang ditandai dengan telinga berair pada anak disebut juga dengan otitis media. Cairan tersebut berasal dari gendang telinga yang mengalami infeksi dan pecah kemudian menimbulkan lubang.

Cara Atasi telinga Berair

1. Pemberian obat pereda nyeri

Adapun cara yang pertama adalah dengan memberikan obat pereda nyeri. Infeksi telinga umumnya bisa sembuh sendiri karena sistem imun tubuh anak dapat mengatasi sebagian infeksi. Namun, telinga berair akibat infeksi dapat memicu demam dan nyeri yang membuat anak merasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya, pemberian obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen perlu dilakukan.

2. Pemeriksaan tambahan

Kemudian bila infeksi dianggap cukup parah, kemungkinan dokter akan menyarankan pemeriksaan cairan telinga guna menentukan kuman penyebab infeksi. Dokter juga mungkin akan melakukan tes pendengaran dan pemeriksaan dengan CT scan kepala untuk mengetahui apakah infeksi sudah menyebar ke bagian telinga lainnya.

3. Pemberian antibiotik

Tidak semua kasus telinga berair akibat infeksi perlu diberikan antibiotik. Antibiotik ini biasanya diberikan pada anak berusia di bawah 2 tahun karena memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi. Selain itu, antibiotik juga diberikan jika telinga berair akibat infeksi tidak juga mereda dalam 2–3 hari, serta jika kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri.

4. Prosedur medis

Terakhir, apabila telinga berair pada anak akibat infeksi terjadi berulang kali atau bahkan menimbulkan gangguan pendengaran, perlu dilakukan prosedur medis, salah satunya miringotomi. Prosedur ini dilakukan dengan membuat lubang kecil di gendang telinga untuk mengeluarkan cairan telinga, seperti darah, air, atau nanah.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mungkin Anda Menyukai