Asuransi kesehatan- Kesehatan psikologis merupakan sektor yang sangat penting bagi seseorag untuk menalani kehidupan yang bahagia, namun seiring dengan kemajuan zaman dan perubahan peradaban, manusia sebagai makhluk sosial sering berbenturan satu sama lain.
Perubahan ini kerap kali menjadi tanangan bagi psikologis khusunya dewasa muda atau yang familiar disebut dengan generasi milenial. Salah satu tantangan psikologis yang kerap kali dialami anak muda adalah duck syndrome.
Sebutan istilah di atas menandakan bahwa bebek terlihat berenang dengan sangat tenang namun kakinya berjuang dengan sangat keras untuk bergerak supaya tubuhnya tetap berada di atas permukaan air dan tidak tenggelam. Hal tersebut dikaitkan pada kondisi di mana seseorang yang terlihat tenang dan baik-baik saja, tetapi sebenarnya ia mengalami banyak tekanan dan kepanikan dalam mencapai tuntutan hidupnya, misalnya nilai bagus, lulus cepat, atau hidup mapan, atau memenuhi ekspektasi orang tua dan orang di sekitarnya.
Gejala Duck Syndrome
Duck syndrome hingga saat ini belum secara resmi dinyatakan sebagai gangguan mental, namun kebanyakan orang yang mengalami hal ini berada pada kisaran usia dewasa muda seperti mahasiswa dan pekerja. Meski merasakan banyak tekanan dan stres, sebagian penderita duck syndrome masih bisa produktif dan beraktivitas dengan baik.
Meskipun tidak akan ada perilaku aneh yang terjadi dalam waktu dekat, namun, orang yang mengalami duck syndrome juga berisiko untuk mengalami masalah kejiwaan tertentu, seperti gangguan cemas hingga depresi. Berikut ini merupakan hal-hal pemicu seseorang mengalami duck syndrome seperti tuntutan akademik, ekspektasi yang terlalu tinggi dari keluarga, pengaruh media sosial dan perfeksionisme.
Tanda dan gejala duck syndrome tidak jelas dan bisa saja menyerupai gangguan mental lainnya, seperti depresi dan gangguan cemas. Namun, beberapa penderita sindrom ini sering kali akan merasa cemas, gugup, tertekan secara mental, tetapi memaksakan diri untuk tampak baik-baik saja atau bahagia.
Selain itu orang yang menderita duck syndrome ini juga cenderung suka membandingkan dirinya dengan orang lain dan merasa bahwa hidup orang lain lebih baik dan sempurna darinya. Sehingga mereka juga merasa sedang diamati atau diuji oleh orang lain sehingga harus menunjukkan kemampuannya semaksimal mungkin.
Tips Mengatasi Duck Syndrome
Seperti gangguan mental lainnya, Duck syndrome pun bisa dialami oleh seseorang yang biasanya disebabkan oleh berbagai faktor. Namun bukan berarti anda membiarkannya begitu saja karena kalau dibiarkan bisa mengarah pada depresi dan bahkan keinginan untuk bunuh diri.
Untuk menghindari tersebut, anda dianjurkan untuk mengunjungi dokter atau psikolog untuk mengkonsultasikan ondisi psikologis anda. Apabila sudah terdiagnosis mengalami depresi atau gangguan cemas, dokter dapat mengobati duck syndrome dengan memberikan obat-obatan dan terapi psikologis.
Selain menggunakan media dokter maupun Psikolog anda juga perlu mengontrol pikiran anda bahwa persaingan hidup, misalnya dalam soal akademik, bisnis, dan pekerjaan, merupakan bagian dari kehidupan yang tak bisa dipungkiri. Namun, bukan berarti hal tersebut boleh dijadikan alasan bagimu untuk mengabaikan kesehatan mental yang bisa merugikan diri sendiri.

