Asuransi Kesehatan- Demi keamanan kesehatan dan penyalahgunaan obat-obatan, kini terdapat berbagai aturan yang diterapkan oleh pemerintah pusat mengenai perizinan obat-obatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa obat bisa didapatkan secara pribadi dan yang harus memerlukan resep dokter.
Untuk masalah bisul misalnya, ada beberapa obat yang tidak bisa diperoleh tanpa resep dokter. Namun terdapat pula obat yang bisa diperoleh sendiri di apotek atau toko obat berizin. Obat bisul berguna untuk mempercepat penyembuhan sehingga bisul tidak membesar, nyeri, dan menyebabkan masalah lebih lanjut. Dengan obat ini, bisul bisa lebih cepat mengempis dan kering tanpa rasa sakit.
Bisul adalah benjolan merah berisi nanah yang menimbulkan nyeri. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang memicu peradangan pada folikel rambut atau kelenjar minyak kulit. Bisul sering kali muncul di bagian tubuh yang lembap dan mudah berkeringat, seperti bokong, wajah, selangkangan, atau kemaluan.
Berbagai Pilihan Obat Bisul
Salep Ichtyol
Adapun pilihan pertama adalah salep Ichtyol yang merupakan obat bisul yang ampuh. Obat ini mengandung ichthammol yang dipercaya dapat menarik nanah dari bisul dan membantu melawan infeksi yang menyebabkan bisul. Obat bisul ini juga bisa mengurangi nyeri dan radang pada bisul. Sebelum menggunakan Salep Ichtyol, bersihkan area yang terinfeksi, kemudian keringkan. Oleskan obat bisul ini 1–3 kali sehari secara tipis-tipis pada kulit yang sakit.
Panadol Biru
Kemudian ada Panadol yang juga dapat digunakan sebagai obat bisul untuk meredakan nyeri yang terasa mengganggu. Obat ini mengandung paracetamol yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat yang mengatur rasa nyeri. Panadol dapat dikonsumsi 1−2 kaplet, 3−4 kali sehari, untuk orang dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas. Sementara untuk anak usia 6–11 tahun, dosisnya adalah ½−1 kaplet, 3−4 kali sehari. Obat ini bisa dikonsumsi dengan air putih atau jus buah.
Farsifen
Farsifen juga dapat digunakan sebagai obat bisul. Obat ini mengandung ibuprofen yang bekerja menghambat pembentukan zat pemicu nyeri dan radang di dalam tubuh. Dengan begitu, obat ini dapat mengurangi nyeri dan bengkak pada bisul. Farsifen dapat dikonsumsi 1–2 kaplet, 3–4 kali sehari. Obat ini sebaiknya diminum bersama makanan atau segera setelah makan untuk menghindari efek samping sakit pada lambung.
Darsi
Selanjutnya obat Darsi merupakan obat bisul herbal yang terbuat dari ekstrak kunyit, tapak liman, lempuyang wangi, kayu secang, bengle, sambiloto dan temulawak. Bahan-bahan ini mengandung senyawa alami yang bisa mengurangi peradangan sehingga dipercaya dapat membantu mengatasi bisul, jerawat, dan gatal-gatal. Selama mengonsumsi obat ini, Anda juga disarankan untuk banyak minum air putih setiap hari.
Jersi
Terakhir adalah Jersi yang memiliki kandungan ekstrak bahan herbal, seperti kulit manggis, daun sirsak, dan pegagan. Obat bisul ini dipercaya dapat membantu melawan infeksi pada bisul, serta memiliki efek antioksidan dan antiradang, sehingga efektif dalam mengurangi pembengkakan dan kemerahan. Jersi sebaiknya dikonsumsi 30 menit sebelum makan siang atau makan malam sebanyak 1–2 kapsul.

