Ciri Asam Urat Tinggi pada Wanita, Sering Tak Disadari

Asuransi Kesehatan- Penyakit asam urat kerap dianggap lebih banyak menyerang pria, padahal wanita juga berisiko, terutama setelah memasuki masa menopause. Menurunnya hormon estrogen pada fase ini membuat kemampuan tubuh wanita untuk membuang kelebihan asam urat menurun, sehingga kadarnya dalam darah meningkat.

Sayangnya, gejala asam urat tinggi pada wanita sering kali lebih ringan dan tidak disadari, padahal dampaknya bisa cukup serius jika tidak ditangani sejak dini. Asam urat sendiri merupakan jenis radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan zat asam urat dalam darah.

Kondisi ini kemudian membentuk kristal tajam di persendian yang memicu rasa sakit.  Selain menopause, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risiko wanita mengalami asam urat, seperti penggunaan pil KB, terapi hormon, kelebihan berat badan, dan gangguan pada siklus menstruasi.

Berikut beberapa gejala umum yang patut diwaspadai

1. Nyeri Sendi Hilang-Timbul
Nyeri sendi mendadak, terutama di malam hari, merupakan salah satu tanda khas asam urat. Namun, pada wanita, rasa sakit ini seringkali tidak terlalu parah dan muncul secara berkala. Gejala ini bisa muncul lalu menghilang beberapa hari, membuat banyak wanita menganggapnya sebagai keluhan biasa.

2. Rasa Tidak Nyaman Berkepanjangan
Meski nyeri mereda, rasa tidak nyaman pada sendi bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Sendi seperti lutut, pergelangan tangan, jari kaki, atau jari tangan bisa menjadi area yang terdampak.

3. Pembengkakan dan Kemerahan
Sendi yang terkena bisa tampak bengkak, memerah, dan terasa hangat ketika disentuh. Beberapa wanita bahkan merasakan sensasi panas seperti terbakar di bagian tersebut.

4. Gerak Sendi Terbatas
Sendi yang kaku dan sulit digerakkan menjadi tanda lanjutan yang membuat aktivitas harian terganggu. Keterbatasan ini bisa menjadi lebih parah jika tidak segera diobati.

5. Muncul Benjolan di Sendi
Jika dibiarkan, kristal asam urat akan membentuk benjolan keras di persendian. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit berkepanjangan dan kerusakan jaringan di sekitarnya.

Adapun pola makan juga berperan besar dalam memicu kambuhnya gejala asam urat. Konsumsi daging merah, jeroan, makanan laut seperti ikan teri, sarden, dan kerang, serta minuman beralkohol, perlu dibatasi guna mencegah serangan berulang.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mungkin Anda Menyukai