Inilah Cara Mengatasi Tensi Tinggi, Perlu Untuk Diketahui

Asuransi Kesehatan- Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai jenis penyakit semakin banyak dikenali yang mungkin dapat dialami oleh siapa saja. Namun, bukan hanya mengenali penyakitnya saja, berbagai ilmu kesehatan juga berhasil dan berupaya menemukan obat untuk berbagai jenis penyakit tersenut.

Salah satu jenis penyakit yang umum dialami oleh banyak orang namun sangat berbahaya adalah masalah tensi tinggi. Tensi tinggi bisa menimbulkan beragam gejala, antara lain sakit kepala hebat, pandangan kabur, hingga mimisan. Jika dibiarkan tensi tinggi bahkan bisa menyebabkan stroke.

Seseorang dikatakan mengalami tensi tinggi jika tekanan darahnya ada di atas 130/80 mmHg. Tensi tinggi dikenal juga dengan istilah hipertensi. Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami tensi tinggi, mulai dari pertambahan usia, pola hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu, misalnya penyakit ginjal atau penyakit jantung.

Atasi Tensi Tinggi

1. Batasi makanan tinggi garam

Gram telah melekat dengan bumbu masakan sehari-hari masyarakat Indonesia. Konsumsi makanan tinggi garam dapat mengikat banyak air dan meningkatkan volume darah, sehingga tekanan darah menjadi tinggi. Untuk mengatasinya, batasilah makanan tinggi garam. Batas konsumsi garam perharinya dibatasi hanya sekitar tidak lebih dari 1 sendok teh.

Untuk menyiasati rasa pada masakan, kamu bisa mengganti garam dengan bumbu atau rempah untuk menambah cita rasa masakan. Tidak hanya saat memasak, untuk membatasi asupan garam, cermatlah untuk membaca label pada kemasan makanan atau minuman dan pastikan kandungan garamnya rendah.

2. Konsumsi makanan dan minuman tinggi kalium

Di dalam tubuh, kalium berperan untuk mengeluarkan garam yang berlebih melalui urin dan membantu agar otot di dinding pembuluh darah lebih relaks. Kedua mekanisme ini akan membantu mengatasi tensi tinggi. Oleh karena itu, kamu bisa mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalium, sebagai upaya untuk mengatasi tensi tinggi. Contoh makanan dan minuman berkalium tinggi adalah kentang, tomat, bayam, semangka, pisang, kacang merah, susu, atau yoghurt.

3. Batasi asupan gula dan karbohidrat olahan

Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan bisa menyebabkan peningkatan berat badan. Jika dibiarkan terus menerus, hal ini bisa menyebabkan obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung dan pembuluh darah juga bisa menyebabkan tensi tinggi. Oleh karena itu, batasilah asupan makanan manis dan karbohidrat olahan untuk menjaga agar berat badan tetap ideal. Sehingga menurunkan risiko terjadinya tensi tinggi.

4. Berolahraga dengan rutin

Berolahraga bisa membantu proses penurunan tekanan darah. Pastikan olahraga dilakukan dengan rutin, minimal 30 dalam sehari, agar tensi tidak kembali meningkat. Pilihan olahraga yang cocok untuk menurunkan tensi adalah berjalan kaki, jogging, berenang, atau bersepeda.

5. Tidur yang cukup

Kebiasaan begadang dan kualitas tidur yang buruk bisa menyebabkan tensi tinggi. Jika dibiarkan, kurangnya waktu cukup tidur bisa semakin memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, pastikan kamu tidur yang cukup setiap malamnya. Untuk membantumu lebih nyaman dan nyenyak, usahakan untuk membuat ruangan tidurmu tetap sejuk dan tenang.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mungkin Anda Menyukai