Asuransi Kesehatan- Keracunan makanan dapat saj aterjadi dengan mengkonsumsi makanan atau minumaman yang terkontaminasi dengan partikel negatif. Adapun untuk mengatasi masalah atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh makanan dapat ditemukan melalui obat-obatan yang telah tersedia. Obat keracunan makanan tidak selalu menggunakan obat medis, tetapi bisa juga menggunakan bahan alami.
Namun, ketika bahan alami tidak mampu mengatasi keluhan yang muncul akibat keracunan makanan, pengobatan medis oleh dokter merupakan langkah terbaik yang bisa dilakukan. Keracunan makanan dapat terjadi karena mengonsumsi makanan, terutama daging, yang terkontaminasi bakteri Campylobacter, E. Coli, dan Salmonella maupun tidak dimasak hingga matang.
Selain itu, mengonsumsi sayuran yang terkontaminasi pestisida dan tidak dicuci dengan bersih bisa menjadi faktor penyebab keracunan makanan. Jika Anda mengalami keracunan makanan, Anda akan mengalami beberapa keluhan, seperti mual, diare, muntah, kram perut, demam, dan cepat merasa lelah. Gejala tersebut biasanya muncul dalam beberapa hari atau bahkan beberapa jam setelah Anda mengonsumsi makanan beracun.
Atasi Keracunan Makanan
1. Air putih
Salah satu gejala dari keracunan makanan adalah muntah dan diare akibat keracunan makanan dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak carian. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi, bahkan komplikasi yang serius. Untuk mencegah hal tersebut, Anda sebaiknya memperbanyak konsumsi air putih saat mengalami keracunan makanan. Air putih sebagai obat keracunan makanan dapat mengganti cairan tubuh yang hilang karena muntah dan diare.
2. Makanan rendah serat
Kemudian ada makanan rendah lemak dan serat, seperti pisang, putih telur, kentang, roti, dan kaldu ayam, dapat Anda konsumsi sebagai obat keracunan makanan. Pasalnya, makanan rendah serat aman dikonsumsi dan dapat meringankan kerja usus dalam mencerna makanan.
3. Makanan atau minuman probiotik
Bakteri baik sangat berperan dalam kesehatan saluran pencernaan. Namun, ketika Anda mengalami keracunan makanan, keseimbangan bakteri di usus akan terganggu. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan saat keracunan makanan, salah satunya diare.
4. Teh jahe
Mual dan muntah merupakan gejala keracunan makanan yang sering terjadi. Untuk meredakan rasa mual, Anda bisa mengonsumsi teh jahe sebagai obat keracunan makanan. Jahe terbukti mampu meredakan gejala-gejala keracunan makanan, termasuk mual dan muntah, kembung, sakit perut, maupun diare. Tanaman rimpang ini juga terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. Coli dalam tubuh.
5. Teh peppermint
Terakhir adalah teh peppermint sebagai obat keracunan makanan. Teh peppermint diketahui dapat meredakan sakit perut dengan cara membuat otot perut menjadi rileks. Untuk memperoleh manfaat teh peppermint ini, Anda dapat menyeduh teh peppermint dengan air hangat. Lalu, siamkan selama 4–6 menit sampai warna air berubah menjadi hijau kecoklatan.

