Asuransi Kesehatan- TBC merupakan salah satu jenis penyakit yang dianggap berbahaya hingga saat ini. Oleh karena itu, terdapat berbagai jenis obat-obatan yang beredar di pasaran. Adapun obat TBC dapat bermanfaat untuk mengatasi tuberkulosis. Obat ini sangat penting bagi penderita TBC guna mencegah perkembangan infeksi dan kekambuhan.
Dengan rutin mengonsumsi obat ini, penderita TBC bisa tetap beraktivitas dan produktif. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit yang biasanya menyerang paru-paru ini bisa menyebabkan batuk terus-menerus, batuk darah, nyeri dada, hingga sesak napas.
Selain itu, obat TBC dapat membunuh bakteri penyebab tuberkulosis dan meredakan gejala yang timbul akibat infeksi ini. Selain itu, obat TBC juga dapat menurunkan risiko terjadinya penularan. Penderita TBC yang sudah mengonsumsi obat secara rutin selama 2 minggu sudah tidak berisiko menularkan penyakit ini.
Rekomendasi Obat TBC
Pro TB 4
Adapun obat yang pertama adalah obat Pro TB 4 yang merupakan obat TBC yang mengandung kombinasi rifampicin, isoniazid, pyrazinamide, dan ethambutol dalam 1 kaplet. Obat ini digunakan dalam tahap intensif pengobatan TBC, yaitu 2 bulan pertama. Pro TB 4 dikonsumsi 1 kali sehari, 30 menit sebelum makan.
Pro TB 2
Selanjutnya ada Pro TB 2 merupakan obat TBC yang mengandung kombinasi rifampicin dan isoniazid dalam 1 kaplet. Obat ini biasanya digunakan pada pengobatan tahap lanjut untuk membasmi sisa bakteri penyebab TBC. Terapi ini harus diselesaikan agar TBC tidak kambuh. Pro TB 2 bisa diminum 1 kali setiap hari atau 3 kali seminggu sesuai dengan tahap pengobatan TBC.
Isoniazid Kimia Farma
Isoniazid Kimia Farma merupakan salah satu antibiotik yang efektif untuk mengatasi TBC. Obat ini digunakan bersama obat TBC lain, seperti ethambutol, pyrazinamide, atau rifampicin. Isoniazid Kimia Farma dapat diminum 1 kali sehari setiap hari atau 3 kali seminggu, sesuai dengan tahap pengobatan TBC.
Rifampicin Bernofarm
Rifampicin Bernofarm merupakan antibiotik untuk tuberkulosis. Obat ini digunakan bersama setidaknya 1 jenis obat TBC lain, misalnya isoniazid. Obat TBC ini bekerja dengan cara membunuh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Rifampicin Bernofarm bisa diminum 1 kali sehari, setiap 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
Inoxin
Terakhir adalah obat Inoxin memiliki kandungan aktif isoniazid dan vitamin B6 dalam 1 kaplet. Isoniazid dalam obat TBC ini bekerja menghentikan pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sementara vitamin B6 di dalam Inoxin berfungsi mencegah terjadinya efek samping kesemutan yang umum terjadi akibat konsumsi isoniazid.

