Setelah Covid-19, Kini Cacar Monyet Meningkat Sebagai Darurat Kesehatan Global

Asuransi kesehatan- Belum selesai dengan virus covid-19 yang mendunia, kini berbagai negara mulai diserang dengan penyakit berbahaya yang disebut cacar monyet. Adapun penyakit kulit ini sebenarnya bukanlah penyakit baru. Penyakit ini sudah dikenal sejak 1970. Awalnya, penyakit akibat infeksi virus monkeypox ini ditularkan dari hewan, seperti monyet, tupai, tikus, dan anjing, ke manusia.

Kemudian penularannya terjadi melalui gigitan, cakaran, atau kontak langsung cairan tubuh atau darah hewan terinfeksi. Selanjutnya penyakit ini bisa menular antarmanusia jika percikan liur penderita cacar monyet masuk ke mata, hidung, mulut, atau luka kulit orang lain. Selain itu, ibu hamil juga bisa menularkan virus ini ke janin melalui aliran darah plasenta.

Baru-baru ini keputusan WHO menetapkan status darurat kesehatan global pada cacar monyet didasari oleh sejumlah alasan. Sejak kembali ditemukan kasusnya beberapa bulan lalu, penyakit ini menyebar dengan cepat ke negara lain. Bahkan, sudah masuk ke negara yang tidak memiliki riwayat cacar monyet sebelumnya.

Cacar Monyet, Darurat Kesehatan

Lembaga kesehatan dunia tersebut juga mempertimbangkan risiko kesehatan yang bisa berkembang akibat penyebaran virus ini. Kalau tidak ditangani dengan baik, cacar monyet dapat menimbulkan beragam komplikasi, seperti infeksi mata, kehilangan penglihatan, pneumonia, radang otak, hingga sepsis.

Selain itu, infeksi virus monkeypox pada ibu hamil diketahui dapat menyebabkan persalinan prematur, keguguran bahkan kematian janin dalam kandungan. Saat keputusan tersebut ditetapkan, setidaknya sudah ada 16.000 kasus cacar monyet dan 5 kematian yang dilaporkan dari 75 negara, termasuk Nigeria, Australia, Kanada, Amerika Serikat, Singapura, dan beberapa negara di Eropa.

Peningkatan status pada penyakit cacar monyet, seluruh negara diharapkan membuat respons untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Sebelum berstatus darurat kesehatan global, cacar monyet termasuk dalam penyakit endemik sama seperti covid-19 di beberapa negara saat ini. Sampai saat ini pun, cacar monyet belum dinyatakan sebagai pandemi karena jumlah kasus yang terjadi di seluruh dunia masih tergolong kecil.

Untuk mencegahnya, anda perlu mengetahui hal ini. Saat terinfeksi cacar monyet, seseorang bisa mengalami gejala tertentu, yaitu demam tinggi, menggigil, sakit kepala berat, nyeri otot, lemas dan pembengkakan kulit  yang diikuti dengan munculnya ruam di kulit. Ruam akan berkembang mulai dari sebatas kemerahan, benjolan merah kecil yang nyeri, benjolan yang berisi air hingga nanah, kemudian akan pecah, mengering, dan mereda setelah 2–4 minggu.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mungkin Anda Menyukai