Asuransi Kesehatan- Bekam pada umumnya dilakukan pada bagian badan dan kaki. Namun bekam juga ternyata dapat dilakukan pada bagian kepala yang merupakan salah satu bentuk terapi tradisional yang masih banyak digunakan masyarakat di Indonesia.
Adapun metode ini dipercaya mampu meredakan berbagai keluhan ringan, seperti sakit kepala, migrain, hingga pegal di area leher. Meski demikian, efektivitas serta keamanannya secara medis masih perlu diteliti lebih lanjut. Bekam kepala dilakukan dengan menempelkan alat berbentuk cangkir pada kulit kepala.
Alat ini menciptakan hisapan yang bertujuan untuk meningkatkan aliran darah di area tersebut. Terapi ini biasanya dilakukan di bagian belakang atau samping kepala, sesuai dengan keluhan yang dialami. Terdapat dua jenis bekam yang umum dikenal, yaitu bekam kering yang tidak melibatkan sayatan dan bekam basah yang disertai keluarnya darah dari sayatan kecil.
Bekam di Kepala
Masyarakat percaya bahwa terapi ini bisa memberikan beberapa manfaat. Di antaranya adalah meredakan sakit kepala atau migrain akibat aliran darah yang lebih lancar dan otot yang menjadi lebih rileks. Selain itu, proses bekam juga dianggap dapat membantu mengurangi stres serta memberikan rasa tenang dan nyaman setelahnya.
Beberapa orang juga menggunakan terapi ini untuk mengatasi pegal dan kekakuan pada leher akibat postur tubuh yang salah atau aktivitas berat. Namun, bekam kepala tidak lepas dari risiko. Beberapa efek samping yang mungkin muncul antara lain memar, pusing, mual, infeksi pada kulit kepala, hingga risiko perdarahan.
Terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia, serta penderita anemia, ibu hamil, dan orang yang baru menjalani operasi kepala, terapi ini tidak disarankan. Agar terapi ini aman dilakukan, penting untuk memperhatikan sejumlah hal.
Pastikan proses bekam dilakukan oleh tenaga terlatih dan alat yang digunakan steril. Hindari terapi ini jika terdapat luka atau infeksi kulit di kepala. Selain itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin.
Jika setelah menjalani bekam kepala muncul gejala seperti demam, nyeri hebat, atau luka yang tidak kunjung sembuh, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Meskipun terapi ini masih digunakan secara luas, keselamatan dan kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama.

