Perlunya Mengetahui Perbedaan Ct scan Kontras dan Non-kontras

Asuransi kesehatan- Kemajuan tekhnologi saat ini memungkinkan terciptanya alat-alat kesehatan yang canggih yang bisa mempercepat proses penyembuhan suatu penyakit melalui pemeriksaan yang lebih akurat dan cepat.

Salah satunya adalah CT scan, alat kesehatan canggih yang bisa melihat bagian dalam organ tubuh manusia, biasanya alat ini digunakan untuk melihat bagian dalam kepala untuk mendiagnosa pasien.

CT scan memiliki dua jenis yaitu CT scan kontras dan non-kontras. Kedua jenis ini memiliki prosedur yang hampir sama namun perbedaanya CT scan kontras memerlukan surat persetujuan dari pihak pasien.

Sementara pada CT scan non-kontras akan dilakukan tanpa formulir persetujuan dengan estimasi waktu hanya memerlukan 15-30.

CT scan Kontras dan Non-kontras

Berdasarkan anjuran dokter dalam pelaksanaan CT scan kontras harus dilakukan satu jam lebih awal sebelum zat kontras dimasukkan kedalam tubuh agar tidak menghambat aliran darah.

Selain itu, prosedur CT scan dengan zat kontras, pasien tidak diperkenankan makan atau minum 6–8 jam sebelum pemeriksaaan dan tidak boleh melakukan CT scan lebih dari dua hari sekali untuk mencegah kebocoran zat kontras.

Sementara hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalankan proses CT scan adalah mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar, melepas benda-benda logam yang menempel pada tubuh, seperti perhiasan, kacamata, gigi palsu, jepit rambut, jam tangan, sabuk, dan bra yang dilengkapi kawat.

Pasien juga perlu menginformasikan kepada dokter mengenai obat yang diminum dan alergi yang dimiliki, agar pihak dokter dapat memberikan resep obat untuk mengurangi risiko alergi.

Adapun zat kontras yang biasanya dilakukan untuk kebutuhan CT scan adalah zat yang berbahan yodium yang diberikan kepada pasien dengan cara diminum ataupun disuntikkan lewat pembuluh darah.

Alergi Yang Ditimbulkan CT scan

Pemberian zat kontras tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi untuk beberapa pasien tertentu khususnya yang memiliki riwayat penyakit ginjal, diabetes, asma dan penyakit jantung.

Reaksi alergi tersebut biasanya ditandai dengan gejala rasa hangat dan kemerehan ditubuh atau disekitar bagian perut, mual, muntah, kram perut, dan sembelit.

Meskipun reaksi alergi ini biasanya hanya terjadi secara ringan, namun pasien dianjurkan untuk mengkonsultasikannya dengan dokter untuk keamnan dan pencegahan alergi yang parah.

Berbeda dengan jenis CT scan nonkontras yang relatif lebih aman dilakukan dan jarang menimbulkan reaksi alergi. Namun perlu untuk memperhatikan bahwa paparan sinar radiasi tinggi berpotensi membahayakan pasien ibu hamil dan anak-anak.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mungkin Anda Menyukai